Senin, 07 September 2009

Segalanya berubah kini

Sgalanya berubah kini
Kala kulihat bayangan ilusi
Berjalan meninggi
Muak hati ini menatapnya pergi
Seolah menatap bayang yang tiada kukenali
Tanyapun menghampiri
Datang dan mengganggu sang hati berkali-kali
Mengapa hatimu kian meninggi?
Mengapa kelakuanmu membuat kau lupa diri?
Keangkuhanmu menyakiti tanpa kau sadari
Haruskah aku berteriak dari sini?
Sekedar mengingatkanmu akupun punya hati
Aku tak ingin disakiti
Tidak olehmu atau siapapun di dunia ini

Berikan aku kesempatan untuk mencintaimu apa adanya

Aku mencintaimu apa adanya
Layaknya angin yang setia bertiup semilir
Memainkan helai daun dan rerumputan

Aku mencintaimu apa adanya
Bagai langit yang menerima awan
Terbang melayang menemani

Aku mencintaimu apa adanya
Bagai sungai yang mengijinkan air
Mengalir mengikuti lekuk tubuhnya menuju hilir

Aku mencintaimu apa adanya
Bagai bumi senantiasa setia
Menanti hangat mentari di kala pagi

Aku mencintaimu apa adanya
Melebihi kata-kata yang mampu terucap
Tuk yakinkan bahwa aku mencintaimu apa adanya
Dan aku mencintaimu apa adanya
Mencintaimu kini dan nanti

Sofaz - Salahku

Aku bersalah padamu…
Kesal diriku meninggalkanmu
Jujur ku ingin denganmu
Aku bersalah

Adakah aku yg terlewat..
Membuat kau kembali
Kembali padaku…
Adakah ku harus menanti
Menantimu yg tak pasti
Yang tak pasti..

Ku menunggu
Menunggumu..
Ku menanti..oohh..

Aku bersalah padamu..
Kesal diriku..meninggalkanmu
Jujur ku ingin denganmu
Sungguh hatiku..

Ku berjanji..
Oh…Aku bersalah padamu..
Kesal diriku..
Meninggalkanmu
Jujur ku ingin denganmu
Sungguh hatiku..

Aku bersalah
padamu!
Kesal diriku
Meninggalkanmu
Jujur ku ingin denganmu
Aku bersalah…
oohh..
sayangku….