Mari tumpahkan air mata seluruh dunia Mari gelakkan tawa ke angkasa Menyentuh setiap hati dengan ujung penamu dan kelamin tintaku Akan ada banyak orang yang menunggu persenggamaan kita Mereka akan membentangkan kertas putih biru itu Ayolah,... ... ... ... ... ...
Senin, 07 September 2009
Segalanya berubah kini
Kala kulihat bayangan ilusi
Berjalan meninggi
Muak hati ini menatapnya pergi
Seolah menatap bayang yang tiada kukenali
Tanyapun menghampiri
Datang dan mengganggu sang hati berkali-kali
Mengapa hatimu kian meninggi?
Mengapa kelakuanmu membuat kau lupa diri?
Keangkuhanmu menyakiti tanpa kau sadari
Haruskah aku berteriak dari sini?
Sekedar mengingatkanmu akupun punya hati
Aku tak ingin disakiti
Tidak olehmu atau siapapun di dunia ini
Berikan aku kesempatan untuk mencintaimu apa adanya
Aku mencintaimu apa adanya
Layaknya angin yang setia bertiup semilir
Memainkan helai daun dan rerumputan
Aku mencintaimu apa adanya
Bagai langit yang menerima awan
Terbang melayang menemani
Aku mencintaimu apa adanya
Bagai sungai yang mengijinkan air
Mengalir mengikuti lekuk tubuhnya menuju hilir
Aku mencintaimu apa adanya
Bagai bumi senantiasa setia
Menanti hangat mentari di kala pagi
Aku mencintaimu apa adanya
Melebihi kata-kata yang mampu terucap
Tuk yakinkan bahwa aku mencintaimu apa adanya
Dan aku mencintaimu apa adanya
Mencintaimu kini dan nanti
Sofaz - Salahku
Kesal diriku meninggalkanmu
Jujur ku ingin denganmu
Aku bersalah
Adakah aku yg terlewat..
Membuat kau kembali
Kembali padaku…
Adakah ku harus menanti
Menantimu yg tak pasti
Yang tak pasti..
Ku menunggu
Menunggumu..
Ku menanti..oohh..
Aku bersalah padamu..
Kesal diriku..meninggalkanmu
Jujur ku ingin denganmu
Sungguh hatiku..
Ku berjanji..
Oh…Aku bersalah padamu..
Kesal diriku..
Meninggalkanmu
Jujur ku ingin denganmu
Sungguh hatiku..
Aku bersalah
padamu!
Kesal diriku
Meninggalkanmu
Jujur ku ingin denganmu
Aku bersalah…
oohh..
sayangku….