Tampilkan postingan dengan label vicky amalliya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vicky amalliya. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Maret 2010

Dua Puisi u/ Mu

I

Berputarnya hari, kembalinya awal
Ku coba menabur ceria
Walau lumut dukaku menjalar lusuh
Kisahku tlah berganti

Hanya aku yang renta di uruk usia
Menatap mentari terbenam dalam mata cekung
Sembab karena air mataku
Lusuh karena penyesalanku

Setelah ku mengerti
Aku bukanlah yang terbaik untukmu
Maafkanlah keterbatasan hatiku
Ampuni ketidaksabaranku

Aku sadar, dialah yang sempurna untukmu
Yang sanggup menghapus aku dari hatimu
Tak dapat ku pungkiri
Hanya engkaulah yang mengerti aku,tak pernah mau menyakiti aku

Dalam lubuk doaku
Aku berharap yang terbaik untukmu
S’moga kau slalu bahagia
Dan aku t’lah merelakanmu sepenuh hatiku…

Selamat Tinggal KekasihKu Semogga Kau bahagia bersamanya....

II

entah ada apa denganku
rasanya begitu sakit
ketika melihatmu bersamanya
ketika mendengarmu berbagi cerita dengannya
ketika kau menangis dan tertawa bersamanya

tapi...............
ini memang kesalahanku
aku yang mengabaikanmu
aku yang menyakitimu
aku yang membuatmu menyerah
menyerah pada perasaanmu padaku

sayang.........
selamat tinggal
semoga kau bahagia dengannya
semoga kau temukan cintamu bersamanya
aku akan mencoba membalut luka ini
tanpamu disisiku, dihatiku dan dihidupku.

Rabu, 02 Desember 2009

Malaikat ku,...

Malaikatku …
Bantu aku ungkap kisah nyata ini
Dan menghadirkan sejuta kisahnya
Ku tahu kehidupan ini sangatlah misteri
Yang terkadang kita tak bisa mengerti

Malaikat ku
Kau sangat berarti bagiku
Aku tak ingin kehilanganmu

Malaikatku
Diantara rerintikan hujan ini
Bantu aku menemukan sedikit kehangatan
Bantu aku menemukan keindahan ,dalam kehampaan

Malaikatku
Berikanlah aku sedikit keyakinan,
bahwa sedetik kehidupan ini adalah kebahagiaan untukku..
walau itu hanyalah khayalan …

berikanlah aku sebuah pilihan
"kebahagiaan atau kebahagiaan"

Senin, 07 September 2009

Segalanya berubah kini

Sgalanya berubah kini
Kala kulihat bayangan ilusi
Berjalan meninggi
Muak hati ini menatapnya pergi
Seolah menatap bayang yang tiada kukenali
Tanyapun menghampiri
Datang dan mengganggu sang hati berkali-kali
Mengapa hatimu kian meninggi?
Mengapa kelakuanmu membuat kau lupa diri?
Keangkuhanmu menyakiti tanpa kau sadari
Haruskah aku berteriak dari sini?
Sekedar mengingatkanmu akupun punya hati
Aku tak ingin disakiti
Tidak olehmu atau siapapun di dunia ini

Berikan aku kesempatan untuk mencintaimu apa adanya

Aku mencintaimu apa adanya
Layaknya angin yang setia bertiup semilir
Memainkan helai daun dan rerumputan

Aku mencintaimu apa adanya
Bagai langit yang menerima awan
Terbang melayang menemani

Aku mencintaimu apa adanya
Bagai sungai yang mengijinkan air
Mengalir mengikuti lekuk tubuhnya menuju hilir

Aku mencintaimu apa adanya
Bagai bumi senantiasa setia
Menanti hangat mentari di kala pagi

Aku mencintaimu apa adanya
Melebihi kata-kata yang mampu terucap
Tuk yakinkan bahwa aku mencintaimu apa adanya
Dan aku mencintaimu apa adanya
Mencintaimu kini dan nanti