Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 April 2010

Antara Cinta dan Logika (?)

Cinta…memang membingungkan, bahkan terkadang cinta sangat sulit untuk didefinisikan. Cinta datang dan pergi sesuka hati dan bahkan cita hadir dalam hati tanpa permisi dan tanpa mengucap salam hadir dan hinggap dalam sanu bari. Tapi disatu sisi kehadiran cinta pun dapat dijemput, karena cinta hadir dan bersemi karena keterbiasaan. Biasa bersama, biasa bersenda gurau, biasa memberi dan menerima dan seterusnya.

Banyak dari kita terbuai olehnya, sehingga pada saat mencinta kita pun sulit untuk tidak mengabaikan logika. Sebagai contoh sederhana adalah pada saat seseorang atau kita sedang jatuh cinta atau mencinta maka yang terlihat oleh kita pada pasangan kita atau orang yang kita cinta adalah hal – hal yang baik – baik saja sedangkan yang hal lainnya berkecenderungan untuk diabaikan. Dengan kata lain yang bermain dan mendominasi diri kita adalah hati atau perasaan. Begitu pula sebaliknya jika kita sedang kecewa atau sakit hati maka yang terlihat adalah sisi yang berbeda dengan saat kita mencinta.

Logika dan cinta memang tidak dapat digunakan pada saat yang bersamaan dalam waktu yang sama pula karena keduanya memiliki peran dan karakteristik yang unik dan berbeda. Menurut filsafat IPA tidak akan akan mungkin jika ada kedua kekuatan dengan massa yang sama besar berjalan berdampingan dalam waktu yang bersamaan dengan kapasitas yang sama pula. Begitu pula cinta dan logika tidak akan berdampingan pada saat yang bersamaan dan dalam waktu yang sama pula. Salah satu dari mereka “logika atau cinta” pasti akan kalah atau sengaja dikalahkan. Ynag sulit untuk ditentukan mana – mana yang kalah dan mana – mana yang akan menang, semua itu bersifat temporer dan subyektif penilaiannya.

Esensi dari cinta itu pada dasarnya adalah esensi dari jiwa, dimana menurut philosof muslim Al – Farabi dan Aristoteles jiwa merupakan esensi tersendiri yang bersifat immaterial. Jiwa dapat berdiri sendiri. Berbeda dengan cinta, logika merupakan kepanjangan tangan dari jiwa “cinta” itu sendiri yang merealisasikan dari esensi jiwa melaui sensor – sensornya dan dengan gerakan – gerakan otot yang bekerja. Bekerjanya gerakan otot tersebut dikontrol oleh logika dan logika sangat dipengaruhi oleh jiwa. Logika dapat bekerja jika individunya menerima rangsangan dan respon dari panca indera yang bekerja.

Dengan kata lain pada dasarnya cinta dapat berdiri sendiri tanpa adanya logika yang bekerja. Tetapi jika cinta berdiri dan mendefinisikan dirinya sendiri “cinta”, maka tidak akan terjalin hubungan yang harmonis antar mahluk – mahluk kecil pengisi jagad raya yang sedang mencinta. Sehingga tidak akan ada lagi drama percintaan dalam sebuah sinetron yang mengharu biru atau telenovela yang didalamnya erat dengan cerita percintaan. Hal ini dikarenakan cinta tetap membutuhkan logika sebagai penyeimbang atau balancing dari sikap dan sifatnya.

Cinta dan logika memang hal yang berbeda tetapi tidak dapat dipisahkan. Keduanya akan memainkan peran dan fungsinya masing – masing tergantung dari kebutuhan yang diakomodir oleh insan yang mencinta. Karena pada saat seseorang sedang jatuh cinta dan mencinta maka orang itu secara tidak langsung sudah berpolitik. Hal ini ditunjukan oleh bagaimana ia berusaha untuk memperoleh dan mempertahankan cintanya. Dan yang harus disadari pada saat orang sudah bepolitik maka orang tersebut pasti akan memanipulasi keadaan, menganalisis permasalahan melalui suatu respon dengan stimilasinya atau apa pun. Dengan kata lain pada saat seseorang sedang dan akan mencinta maka ia akan berlogika ria Logika pun memilki suatu kebutuhan dan prosesi khusus yang menjadi bahan pembelajaran sehingga menjadi suatu pengalan – penggalan cerita dan pengalaman. Dengan bercinta maka orang pun belajar, karena dengan itu akan terjadi proses pembelajaran didalamnya tanpa disadari atau tidak. Disina antara keduanya “cinta dan logika” saling memenuhi dan mengisi tetapi tidak secara besamaan melainkan berselingan. Sehingga definisi tentang cinta pun sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata karena adar perasaan dan hati yang bermain dan diimbangi oleh logika tentunya.

Kamis, 19 November 2009

Aku merindukanmu sayang

malam ini aku merindukanmu
bagai kemarau panjang yang menunggu sang hujan
bagai petugas penjinak api yang menunggu bara padam
dan sungguh rasa ini menghujam dalam,...

Ketika aku merindukanmu…
Kutuliskan semua rasa yang ada
Kucoba rangkai menjadi bait-bait puisi indah
Seadanya rasa ini, sedalamnya hatiku

Ketika aku merindukanmu…
Tak terasa tetes airmata jatuh di pipiku
Dikala tak sedikitpun dapat kutemui adamu
Lirih pun tak kudengar suara manismu

Ketika aku merindukanmu…
Aku ingin waktu berputar ke masa lalu
Saat dimana aku ada disampingmu
Ketika dirimu belum pergi dari kehidupanku

Ketika aku merindukanmu…
Langit yang biru pun terasa kelabu
Panas mentari tak mampu hangatkan jiwaku
Tak ada rasa indah dalam kehidupanku

Ketika aku merindukanmu…
Berjuta angan inginkan kembali kehadiranmu
Walau harus berjalan jauh menjemputmu
Kurela demi bahagianya hatiku

Ketika aku merindukanmu…
Semua langkah tanpamu terasa kaku
Tak ada tawa terlahir serenyah bersamamu
Hidup sepenuhnya terasa pilu

Ketika aku merindukanmu…
Ingin rasanya aku menuruti semua egoku
Raih bahagiaku, mungkin acuhkan bahagiamu
Syukurku, ketika merindukanmu tak ku lakukan itu

Ketika aku merindukanmu…
Kutatap langit, kulihat engkau menatapku
Kutatap air, kuingat kenangan bersamamu
Kutatap hidupku, begitu kosong tanpamu

Ketika aku merindukanmu…
Aku bersedih kala teringat dia disampingmu
Begitu ingin kuhapuskan kerinduan ini
Namun hati masih ingin mengharapkan kembalimu

Ketika aku merindukanmu…
Berjuta tanya menyeruak dipikiranku
Adakah juga kau rasakan kerinduan padaku
Tak terbersitkah keinginan bertemu lagi denganku

Ketika aku merindukanmu…
Tak sedikitpun kusesali pertemuan awal itu
Tak ada hasrat untuk memisahkanmu
Tak ada rasa ingin membelenggu jiwamu

Ketika aku merindukanmu…
Ratusan malam kuhabiskan menunggu
Banyak mimpi kutabur di taman hatiku
Berharap esok kau berdiri di depan pintu hatiku

Ketika aku merindukanmu…
Terkadang datang ragu, coba tepiskan indahmu
Terkadang kupeluk bayangmu yang semu
Kutatap fotomu, berharap engkau melihatku

Ketika aku merindukanmu…
Berjuta penyesalan hadir atas semua khilafku
Berandai dapat kuperbaiki masa lalu
Seandainya dapat, kutata ulang kehidupanku

Ketika aku merindukanmu…
Terselip tanya “adakah kau menyesal mengenalku ?”
Terselip tanya “tak bisakah kau miliki saja diriku ?”
Terselip tanya “begitu mudahkah hapuskan diriku dari kehidupanmu ?”

Ketika aku merindukanmu…
Setengahnya kumerasa malu, karna mungkin hanya aku
Di sampingmu bukan diriku, mungkinkah dipikirmu ada diriku
Hingga dihatimu, masih bisa merindukan sosok lemahku

Ketika aku merindukanmu…
Hanya ungkapan rasa ini yang kumampu
Meski takkan pernah dapat menjadi obat bagiku
Sedikitnya melepaskan sedikit rasa dari hatiku

Ketika aku merindukanmu…
Kurelakan semua rasa sayang ini menunggu
Kubiarkan diri ini mengenang memori masa lalu
Kuyakinkan hatiku jangan memilih tuk ragu

Ketika aku merindukanmu…
Harapan tumbuh, serasa ku mampu sendiri dulu
Kubiarkan hati putih tanpa debu cinta yang lain
Mencoba buktikan betapa setianya diriku

Ketika aku merindukanmu…
Kuberikan semua rasa sayang yang tulus untukmu
Kuhapus ingatan tentang ketaksempurnaanmu
Kuyakinkah hati sesungguhnya kita adalah satu

Ketika aku merindukanmu…
Kusadari betapa lemahnya diriku tanpamu
Kuteringat betapa kasarnya diriku dulu
Betapa ingin memohon dirimu kembali padaku

Ketika aku merindukanmu…
Kucoba merangkai semua imaji bahwa kau pun merindu
Kucoba bermimpi kau pun memimpikan keberadaanku
Kucoba menunggu, buktikan takdir dan inginku

Ketika aku merindukanmu…
Tak kuasa logika atas semua rasa dalam hatiku
Tak kuasa raga atas keberadaan jiwa lemahku
Tulus mencintaimu, dari ketidaksempurnaanmu

Ketika aku merindukanmu…
Kupintakan dirimu sehat s’lalu hingga batas waktu
Berkhayal kelak dapat kulihat kembali sosok indahmu
dan kudengar lagi… suara manja dan manismu

Ketika aku merindukanmu…
Kuterpaku dengan kata-kata cinta dan setia
Tulus dan tanpa harus dirasa oleh berdua
Hingga sering membuatku menjadi rapuh

Ketika aku merindukanmu…
Menjadi seperti inilah diriku
Terlihat jelas seluruh isi hati dan pikiranku

Hanya karena aku merindukanmu…
Kurasakan putih dan tulusnya cinta
Indahnya memberi, teguhnya rasa
Bagaimana hati mencoba setia

Ketika aku merindukanmu…
Rindu hanyalah satu-satunya kata di hatiku

Senin, 02 November 2009

Jangan pernah pergi dariku

sungguh
memang aku
tak pernah tahu
semua ini
akan bermuara ke mana

tapi aku tak pernah bisa
membayangkan
kelak suatu saat
kau menjauh
kita berjarak

kesunyianku bakal menyergap
seperti daun kering
jatuh dari ranting
laksana bulan
ditinggal pergi gemintang

sekejap pun
tak melihatmu
tak membayangkanmu
terlebih kau menghilang
kehampaanku bakal begitu panjang

Kamis, 29 Oktober 2009

Aku bukanlah siapa - siapa hanya pecinta yang lemah yang ungkapkan hati dengan kata - kata karena seluruh hati memuja

puisi satu

Kau
bagai nada dalam angan
selalu terhembus dalam alam bawah sadar
merasuki tiap angan ku
meresap dalam aliran darahku
kau
cinta yang ingin kumiliki
senja yang selalu ku nanti

wahai kau bidadari
berilah aku senyumanmu
senyuman yang mampu buatku melayang
berikan ku kekuatan tuk terus bertahan

wahai kau pujaan hati
berikan ku sinaranmu
berikan ku belaian lembutmu
berikan aku ruang dihatimu

Puisi dua

maafkan aku bidadari
aku buaikan tiap mimpi dengan bayangmu
mengharapkan belaian
hati yang tak pernah terbalas

memang aku cintaimu bidadari
mengharapkanmu dari tiap tetes embun pagi
namun menghilang begitu saja
begitu mentari datang

Puisi tiga

Terima kasih bunda
kau beri aku segala cinta
yang bahkan tak pernah habis tertutup samudra
dan tak pernah berakhir seiring sinar mentari
kau selalu ada untukku bunda
beriku senyum hangat diantara penat
beriku kesejukan diantara kebimbangan hati
dan sadarkanku yang tenggelam dalam gelap


puisi empat

Aku
memang hanya sekedar bayangan
tak pernah bisa menyentuh senyummu
hanya sinarmu yang tampak di kejauhan

Walau hembusan angin selalu menyebut namamu
tak pernah sekalipun kau datang untukku
ku biarkan lepas semua embun pagi
biarkan menghilang seiring sang mentari memusnahkan hatiku

Jangan pernah memandangku cantik
aku hanya kebohongan yang akan berlalu
segera aku akan menyadari
dan kepergianku akan menyadarkanku


Puisi Lima

Biarkan aku sendiri sebentar
Aku masih bernafas di sini
coba untuk perlahan berdiri
jangan mengasihaniku aku tak kan retak

Semua memang salahku
begitu tinggi ku cintaimu
begitu dalam ku percaya padamu
sampai aku begitu tenggelam

Percayala bahwa tak pernah kau hianatiku
Karena yang ku inginkan hanya yang terbaik bagimu
Biarkan ku bawa mimipiku tenggelam
bersama kelamnya angin malam

puisi enam

sampai saat ini ku masih bernafas
mencoba tuk menjaga hatiku yang rapuh
dari semua bayang hitam masa lalu
yang kembali ganggu tidurku

maaf kan aku atas semua anganku
semua tanda kembali resahkanku
kembali memaksaku tuk berkaca sekali lagi
kusadari tak mungkin semua bayang ku raih.

puisi tujuh

Kembali lagi pertanyaan itu hadir
milik siapa hati nya itu
milik siapa sinaran indah dimatanya itu
kepada siapa cintanya terpaut

Bahagia itu selalu hadir
namun bayang keraguan tak pernah sirna
siapa yang kupandang di depanku
aku sudah tak tau lagi

Kadang ku rasa hatiku miliknya
namun kadang kurasa hanya bayangan
kadang kurasa cinta itu begitu dekat
namun kadang cinta itu begitu jauh

puisi delapan

aku berdiri di sini
terdiam dalam kebekuan dan kegelapan
memandang dalam keraguan hati
yang tak pernah berhenti mencari

siapa kamu dan apa maumu
begitu indah namun miliki duri
tak nampak namun mampu sakiti
butakan hatiku yang tak mengerti

kau berikan aku cahaya redup
kau tutupi jalanku dengan kabut
aku buta arah buta tujuan
sampai kusadari bahwa semua hanya kepalsuan

Senin, 28 September 2009

Hatiku, Ingin, Cinta,...

HATIKU

hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput:
nanti dulu, biarkan aku sejenak
terbaring disini;
ada yang masih ingin ku pandang.
yang selama ini senantiasa luput;
sesaat adalah abadi sebelum kausapu
tamanmu setiap pagi

INGIN

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

CINTA

Aku ingin melihat matamu yang indah
simfoni nan syahdu
mengalun melalui lorong hatiku
sukma gemulai mengikuti irama jiwa
segala cerita hanyalah sejahtera
bagi anak bangsanya.

Aku ingin melihat matamu yang indah
sebuah telaga bening yang sejuk airnya
tempat bermain dan berenang-renang
lumut dan batu-batu adalah pembersih jiwa
aroma semesta adalah bunga
yang ada di dalam hati.

Aku ingin melihat matamu yang indah
tempat bersemayam para leluhur yang perkasa
para penakluk serigala durjana
semua kejahatan tunduk bertekuk lutut
dan tak berdaya
sehingga amanlah segala makhluk di dunia
taman tempat berteduh dan hutan-hutan
yang terjaga dari segala mara bahaya.


Aku ingin melihat matamu yang indah
pertemuan yang berujung bahagia
akan selalu terlaksana
tiada kehidupan
tanpa sayap kata-katamu yang indah
dan cinta senantiasa hidup abadi
di dalam dunia.

Senin, 07 September 2009

Segalanya berubah kini

Sgalanya berubah kini
Kala kulihat bayangan ilusi
Berjalan meninggi
Muak hati ini menatapnya pergi
Seolah menatap bayang yang tiada kukenali
Tanyapun menghampiri
Datang dan mengganggu sang hati berkali-kali
Mengapa hatimu kian meninggi?
Mengapa kelakuanmu membuat kau lupa diri?
Keangkuhanmu menyakiti tanpa kau sadari
Haruskah aku berteriak dari sini?
Sekedar mengingatkanmu akupun punya hati
Aku tak ingin disakiti
Tidak olehmu atau siapapun di dunia ini

Berikan aku kesempatan untuk mencintaimu apa adanya

Aku mencintaimu apa adanya
Layaknya angin yang setia bertiup semilir
Memainkan helai daun dan rerumputan

Aku mencintaimu apa adanya
Bagai langit yang menerima awan
Terbang melayang menemani

Aku mencintaimu apa adanya
Bagai sungai yang mengijinkan air
Mengalir mengikuti lekuk tubuhnya menuju hilir

Aku mencintaimu apa adanya
Bagai bumi senantiasa setia
Menanti hangat mentari di kala pagi

Aku mencintaimu apa adanya
Melebihi kata-kata yang mampu terucap
Tuk yakinkan bahwa aku mencintaimu apa adanya
Dan aku mencintaimu apa adanya
Mencintaimu kini dan nanti

Sofaz - Salahku

Aku bersalah padamu…
Kesal diriku meninggalkanmu
Jujur ku ingin denganmu
Aku bersalah

Adakah aku yg terlewat..
Membuat kau kembali
Kembali padaku…
Adakah ku harus menanti
Menantimu yg tak pasti
Yang tak pasti..

Ku menunggu
Menunggumu..
Ku menanti..oohh..

Aku bersalah padamu..
Kesal diriku..meninggalkanmu
Jujur ku ingin denganmu
Sungguh hatiku..

Ku berjanji..
Oh…Aku bersalah padamu..
Kesal diriku..
Meninggalkanmu
Jujur ku ingin denganmu
Sungguh hatiku..

Aku bersalah
padamu!
Kesal diriku
Meninggalkanmu
Jujur ku ingin denganmu
Aku bersalah…
oohh..
sayangku….

Selasa, 07 Juli 2009

"???"

bukan ku tak mau
mengucap segala kelebihanmu
bukannya aku tak harus
menghujani kata setia padamu

bukan karna jenuh
atau tlah berkurang
kasih sayang ini

yg terasa mengering
tanpa bunga kata

tlah berulang kali
ku siapkan waktu yg terbaik
untukku akan memberi
beribu kata mesra kepadamu
juga seribu mimpi
yg mungkin terwujud
esok atau lusa

datang menghampiri kita berdua

dan bila waktunya tiba
untuk memulainya
pastilah ku ragu
tak sanggup menyusun
semua kata-kata ini

ajarilah aku bahasa cintamu
agar mudah kuucap kepadamu
ajarilah aku cara mencintamu
biar kita berdua sejalan selamanya

ajarilah aku cara mencintamu
biar kita berdua sejalan selamanya

Sabtu, 27 Juni 2009

Maafkan Aku Yang Lebih Mencintai-Nya

Maafkan Aku Yang Lebih Mencintai-Nya

Bila mentari beranjak ke peraduan
Ku ingin rasa ini tetap ku bawa
Memancang diatas hatiku yang paling tinggi
Mengibarkan panji kebahagiaan

Jejak yang tertinggal kerap bermain disudut pikiranku
Membalut kesepian yang terkapar ditepian malam
Tersedu bersama kenyataan yang terserak
Karena ada yang lain dalam hatiku!

Maafkan aku, marahmu tersulut oleh apiku
Tuangkan caci itu pada bejanaku
Tuliskan serapahmu pada kitab kalbuku
Maafkan aku jika harus mengucap, "Kau bukan segalaku!"

Jangan tanyakan besar cintaku untukmu
Tak perlu lagi kau ragukan warna cintaku
Kau harus membaca setiap lembaran buku cintaku
Hingga kau tahu, aku tetap mencintaimu sepenuh ragaku
Meski kau harus mengalah saat aku bercumbu dengan-Nya

Maafkan aku kekasihku!

Maafkan aku kekasihku!

Dengarlah nyanyian burung hantu
Karena itu nyanyian hatiku

Rasakan segarnya lambaian angin
Karena itu yang kuinginkan

Lihatlah ombak yang menderu di atas pantai
Karena itulah perasaanku saat ini

Perhatikanlah seorang pembunuh
Yang sedang disidang oleh hakim
Dan memasrahkan nyawanya pada hukum,
Itulah yang akan kulakukan
Jika waktu sedang menjadi malaikat untuk kita

Semoga malaikat cepat menghampiriku
Agar aku dapat meninggalkan gundahku
Di laut lepas
Dan melangkah bersamamu
Kembali ..

Rabu, 17 Juni 2009

Coretan yang tak pernah mampu ku akhiri

setelah sekian lama aku menjadi mahasiswa, aku merasa menjadi orang yang begitu bodoh karena banyak sekali menyianyiakan ksempatan yang terjadi dalam hidup..

setelah sekian lama aku hidup di kota ini,aku merasa bahwa aku belum mencapai sesuatu yang seharusnya bisa aku raih..

setelah sekian lama aku berkutat dengan komputer di depanQ, aku sadar dunia luar siap menerimaQ dengan sgala cobaan yang harus bisa kuatasi..

setelah sekian lama aku bernafas di bumi ini,aku belum menjadi apa-apa..

dan setelah sekian lama aku berusaha memperbaiki smuanya, sekian lama itu juga aku belum menemukan jawabannya..

akhirnya nulis juga

akhirnya aku bisa
menggoreskan senjataku lagi
setelah sekian lama tinta mengering
setelah sekian lama embargo terhadap hati dijalani
sekarang aku bebas, mengungkapkan isi hati
menuliskannya di lebar kehidupan
menjadi penyambung asa

Akhirnya..Aku tahu Tuhan mencintaiku

Hujan rintik-rintik. Tanda hati yang sedang menangis. Jika hari nanti tidak akan terang. Apa yang akan kulakukan? Jika hari esok memang tidak akan ada lalu apa yang akan kuharapkan? Jika hari ini akan terus hujan..............................
Pengharapan pada diriku begitu tinggi. Aku tidak yakin bahwa itu mungkin akan terjadi. Jika waktu bisa berhenti berjalan dan memberiku waktu yang lebih banyak untuk berpikir, sehingga aku tidak akan kehilangan segala waktuku untuk berpikir.

Kita diciptakan didunia ini
Bukan untuk mencintai orang yang sempurna
Tapi untuk mencintai orang yang tidak sempurna
Dengan cara yang sempurna

Aku Menyimpan Tragedi Dalam Puisi

aku mengingat saat embun menjadi api
aku mencatat berapa perawan dibuntingi
aku melihat yang kemarin hidup pagi ini mati

aku menyimpan tragedi dalam puisi

seorang anak kehilangan emak
seorang emak menggugurkan anak
seorang janda beranak tanpa bapak
seorang bapak membunuh anak

aku menyimpan tragedi dalam puisi

puisi yang dipinggirkan oleh dunia dimana bapak bapak dan ibu ibu tak punya lagi dongeng untuk anaknya. puisi yang hilang dalam memori orang orang muda bergaji tinggi. puisi yang tak pernah hidup diantara hidup pejabat pencari kursi
puisi yang jalang mengumbar selangkang, yang koma di celah celah sepi. puisi yang mati saat aku mati

tapi aku telah menyimpan tragedi ini dalam puisi

Aku harus tetap menulis....

Entah kenapa kok saya rasakan perubahan yang luar biasa ketika saya menulis sesuatu. Perubahan dalam dunia ini bertahap saya rasakan telah terjadi. SAYA DAPAT MENGUBAH DUNIA...yaa...Dunia saya pribadi minimal.


yang jelas besar harapan saya agar setiap tulisan saya kelak dapat menginspirasi banyak orang. Saya tak tahu sampai di mana saya menulis kelak. Saya tak tahu sebesar apa yang dapat saya ubah dari tulisan saya, tapi yang jelas selama tangan ini masih bisa bergerak dan pikiran ini masih bisa memikirkan sebuah tulisan, saya ingin berusaha untuk tetap menulis.
Menulis dan menulis.. Semoga Tuhan beri keistiqomahan buat saya...

Ada perasaan lega ketika saya menulis sesuatu. ada perasaan plog dalam hati saya. LUAR BIASA.

Pokoknya saya ingin menulis.... entah itu di baca orang atau tidak aku tidak peduli... yang jelas dengan menulis saya sudah Merubah dunia... DUNIA SAYA SENDIRI...

Deklarasi "Hari tak ada kata Malas"...

Setelah menjalani satu hari penuh di hari yang cerah ini. Seolah da sesuatu yang sangat meresahkan hatiku. Hari ini kugunakan untuk sesuatu yang kurang begitu berguna dalam hidupku.
teringat hidup yang semakin sempit. Jatah waktu yang semakin mendesak untuk segera meninggalkan kesia-siaan itu. sudah saatnya aku deklarasikan sebuah kata dan harus selalu mengingatkanku untuk terus Semangat!!!!.
Hari ini aku deklarasikan sebagai hari "Tak ada kata malas LAGI dalam hidupku".
sudah bosan diri ini denga kemalasan yang mengacaukan segala rencanaku.. aku sudah bosan dan mulai gerah dengan kondisiku ini..

Sayang..
Ingatkan aku yaa... untuk selalu ingat akan hari ini..
hari tidak ada kata malas dalam hidupku...
Setahun yang lalu aku deklarasika sebagai hari "Membaca"..
semoga hari ini aku bisa mengulangi kesuksesan deklarasiku yang telah lalu..amiin..

Akhirnya aku kembali


Hampir satu bulan lebih atau bisa di katakan 2 bulan, aku vakum di dunia ini. Dunia menulis, terutama di blog pribadiku.. Wuih...betul-betul vakum habis.. entah kenapa untuk sementara ini aku akui, aku sadari benar-benar kalau diriku belum bisa mengatur waktu yang sebaik-baiknya. belum bisa merutinkan untuk menulis di blog maupun buku catatan harianku. Tapi syukurlah seiring dengan semangat yang menggebu-gebu dan yang jelas trims buat seseorang yang paling setia menemani dan menjadi orang ke_2 tersabar yang pernah ada di dunia ini akhirnya aku bisa menulis lagi. Ternyata ada banyak pelajaran berharga yang sangat sayang sekli aku lewatkan dan tidak aku tulis di blog ini untuk beberapa hari yang lalu. semoga kedepan aku bisa menuliskan dalam blog sederahan ini teman. ada pengalama berharga berhubungan dengan keajaiban sedekah yang membuat aku ingin menulis lagi dalam catatan sederhana kehidupanku ini. Dahsyat... begitu banyak pelajaran yang harus aku pelajari dan amati dengan seksama apa yang ada di alam ini... sayang untuk dilewatkan.. Hidup cuma sekali saja bung.. Viva la revolution, Sayang.. ingatkan aku untuk selalu menulis yaa..

Senin, 27 April 2009

Hidup Jangan Cuman Gitu2 aja

Kalau hidup kita lurus-lurus saja, artinya kita sedang berada di zona nyaman. Kalau kita tidak keluar dari zona nyaman itu, kita akan menjadi orang yang STAGNAN, tidak ada perubahan. Satu-satunya cara untuk berubah menjadi lebih baik adalah dengan keluar dari zona nyaman itu dan membuat sesuatu yang dasyat. Kalau keluar dari zona nyaman itu, kita mungkin akan menghadapi masalah-masalah yang bisa jadi kita merasa itu berat banget. Tapi disitulah seninya. Saat kita berhasil mengatasi masalah-masalah itu, sebenarnya kita sudah menjadi orang yang luar biasa. Pertama, karena kita sudah berani keluar dari zona nyaman itu. Kedua, karena kita sudah berhasil mengatasi masalah-masalah yang ada.

Senin, 30 Maret 2009

Jangan Buat Aku Lelah Mencintaimu "Indonesia_ku"


Apakah anda mencintai negara anda??? Seberapa dalam cinta anda??? Rela matikah anda demi bangsa anda??? Apakah jawab anda ??? Mungkin akan dijawab begini: Aku cinta mati untuk negaraku!!! Cintaku sedalam Samudra Hindia!!! Jiwa ragaku hanya untuk bangsaku!!! Sangat Patriotik.... Mestinya memang begitu Tapi ... apa iyaaa?????? Sebagai anak bangsa, mencintai adalah sebuah kewajiban. Tanpa cinta itu, bangsa ini hanya akan kehilangan jati dirinya, ter-erosi oleh gelombang ”global” yang memang begitu dahsyat melanda, hingga pada akhirnya meredup dan mati pelan-pelan.

Cinta ternyata tidak cukup dengan kata-kata patriot jika hanya sebatas pada ungkapan semata. Perlu diterjemahkan melalui tindakan nyata. Masalahnya adalah apakah kita (masyarakat pasar) punya daya untuk berbuat sesuatu bagi negara (baca penguasa)? Yang ada justru seringkali masyarakat (akar rumput) seringkali menjadi korban dari berbagai praktik dan intrik politik sekolompok kecil golongan berkuasa.

Bisa kita saksikan saat ini, pertarungan elit politik yang nyata-nyata hanya berorientasi kepentingan golongannya semata. Apakah mereka juga mengerti bahwa politik pun seharusnya juga punya etika dan filosofi? Pernahkan diperhitungkan bahwa kesejahteraan masyarakat seharusnya jauh di atas segalanya? Jika dihitung-hitung, banyak sudah ke-”lalai”-an penguasa dalam menjalankan roda pemerintahan.

Dari kacamata penyelenggaraan negara, hal ini dapat saja di-amin-i sebagai sebuah rumusan kebijakan dan strategi yang bertujuan untuk mensejahterakan umat. Tentu saja itu sudah melalui sebuah proses ”pintar” lintas disiplin dan melibatkan berbagai pakar, ahli, cendekiawan. Namun ketika sebuah implementasi kebijakan mengalami ketidaksesuaian atau kemacetan fungsi operasionalnya, apakah segera akan dilakukan revisi dan perbaikan? (jawab sendiri). Misalnya ketika kebijakan konversi minyak tanah ke gas alam, banyak temuan di lapangan yang mengarah pada ketidaksesuaian harapan dari kenyataan, antara lain:
1) ketidaktepatan sasaran;
2) distribusi yang tidak merata;
3) ketidaksiapan pelaksana;
4) munculnya mafia-mafia dan oportunis kecil yang memanfaatkan dan mengail di air keruh;
5) ketidakmampuan masyarakat karena daya beli yang rendah, dan sebagainya.

Ternyata tidak sedikit masyarakat (kecil) yang tersaruk-saruk terjegal kebijakan ini.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah benar kebijakan tersebut adalah murni untuk mensejahterakan rakyat atau hanya untuk kepentingan industri semata? Bisa kita saksikan, proses pilkada di seluruh kabupaten dan kota yang menyerupai perhelatan super akbar dan menghabiskan biaya yang amat fantastis. Coba kita jawab dengan jujur, apakah ini cuklup ”fair” sementara masih begitu banyak kepentingan rakyat kecil yang minim alokasi anggaran... Inikah buah dari kebijakan otonomi daerah??? Naif betul rasanya.

Sistem pendidikan yang kian hari kian menunjukkan wajah buramnya membuat kita terhenyak dalam keprihatinan. Mahasiswa yang lebih suka menggunakan ototnya daripada otaknya, bangunan sekolah di berbagai pelosok yang lebih mirip kandang sapi daripada sebuah kelas untuk belajar. Uang pembangunan gedung sebagai syarat diterima sebuah sekolah yang makin jauh dari jangkauan orang kebanyakan. Belum lagi konflik horisontal antara kelompok vs golongan, konflik vertikal antara pedagang dan aparat yang membuat hati ini teriris perih, inikah wajah bangsaku. Dalam dunia legilatif berlaku prinsip 5 D, datang, duduk, diam, delak-delok......, duiiit, itupun jika mereka datang semua, karena dari semua anggota dewan, yang hadir lebih sering kurang dari separuh.

Parlemen amat sangat rawan kasus-kasus politik uang. Dari kasus suap, biaya pembahasan RUU, ijazah palsu, perizinan logging, sampai kasus skandal sex yang memalukan, duuh...duuuh...duuuuuh... apa iiyaaa mereka mewakili kita??? Rakyat sering cemas, was-was dan ketakutan terhadap merebaknya tindak kriminal, terorisme, dan fanatisme berlebihan yang berpotensi terjadinya kerusuhan yang berbau SARA. Sementara itu persaingan bisnis yang tidak sehat bahkan monopoli, apalagi ketika hukum tidak ditegakkan, orientasi maksimalisasi profit mendorong munculnya praktik bisnis yang ilegal atau tidak memperhatikan nilai keadilan Dalam situasi tersebut, penggusuran terhadap pusat-pusat ekonomi rakyat dihalalkan demi menciptakan pasar-pasar baru yang lebih efisien dan efektif. Konsekuensinya, masyarakat kehilangan daya tawarnya.

Dari kacamata sosial budaya meningkatnya eksploitasi terhadap konsumen dengan sistem ekonomi kapitalis yang tidak sempurna ini menyebabkan: pertama) kesejahteraan masyarakat luas tidak lagi menjadi prioritas utama. Kedua) munculnya konsumerisme. Ketiga) terjadinya praktik monopoli dan kolusi. Ketergantungan masyarakat terhadap produk-produk konsumtif tersebut cepat atau lambat berakibat pada merebaknya kejahatan sosial seperti judi, miras, prostitusi, narkoba, dan HIV/AIDS. Hal ini menjadi pemicu paling kuat dan meledaknya kekerasan yang memerosotkan penghargaan akan nilai-nilai kemanusiaan. Padahal kemerosotan dan etika menunjukkan bagaimana hati nurani telah dimatikan seperti ditemukan dalam berbagai dampak negatif, globalisasi dan kemajuan teknologi. Iklim tersebut lambat laun menyebabkan memudarnya akar budaya, sejarah dan nilai-nilai yang dimiliki hingga masyarakat kehilangan bentuk interaksi sosial yang dibangun atas dasar saling percaya. Pada akhirnya masyarakat cenderung bersikap apatis terhadap realitas sosial yang terjadi, sejauh tidak bersinggungan dengan kepentingan mereka.

Sebaliknya masyarakat cenderung menjadi reaktif dan berpotensi melakukan kekerasan, jika merasa kepentingan hidup mereka dipermainkan dan terancam. Jika sudah begini, apakah masih bisa berharap pada predikat masyarakat kita yang dulu katanya terkenal santun, ramah, dan murah senyum??? Wallahualam… Mudah-mudahan masih.

Masih ada keyakinan dalam diri atas cinta negeri tanah tumpah darah ini meski seringkali lungkrah tertatih menapaki realita dari waktu ke waktu. Ingin hati mencintaimu tanpa syarat sebagai darma bhakti putra pertiwi, namun apa lacur hati ini jujur sesambat… lelah… lelaaaahh… meski masih tetap ada dorongan kuat untuk tidak sampai jatuh dalam sebuah pengkhianatan Ooh… rakyat yang semaput … Ooh… petinggi korup yang tidak patut Ooh… orang kaya yang bisanya cuma kentut Ooh… pemimpin yang seperti siput Ooh… anak terlantar yang sering sakit perut Ooh… golongan mapan yang pengecut Ooh… orang-orang jompo yang keriput Ooh… ABG imut yang gampang kepincut Ooh… tante-tante yang lebih suka menata rambut Ooh… wakil rakyat yang bisanya cuma jadi badut Ooh… penegak hukum berperangai celurut Ooh… preman-preman yang suka bikin ribut Ooh… negeri yang mowat mawut… Ooh...Minyak tanah yang bikin kusut Ooh… suara hati yang ngelangut Oooooooh…parasku yang seperti …paaaaruuut… Lelah Mencintaimu Indonesiakuuuu..

Selasa, 17 Februari 2009

Bukan sengaja qt gila!!!!

kami memang gila... hidup kami bertolak belakang dengan kehidupan masyarakat umum menolak kenikmatan dunia yang terbentang dihadapankan kami lebih suka bersusah payah melawan arus
berani melawan rezim tirani yang berkuasa

kami memang tolol...
menghabiskan masa muda dengan buku, pikiran dan gerakan menghabiskan waktu menentang sang durjana menghabiskan tenaga untuk perjuangan yang dianggap sia-sia menghabiskam uang untuk perjuangan yang dianggap semu belaka

kami memang bodoh...
dicap sebagai teroris yang merupakan ancaman masyarakat
dicap sebagai ekstrimis penganut jaman batu
dicap militan yang sebenarnya itu yang kami mau
dicap orang gila yang punya mimpi-mimpi utopis

biarlah kami dianggap gila, totol dan bodoh
kegilaan kami karena cinta kami kepada-Nya
ketololan kami karena rindu tegak syariat-Nya
kebodohan kami karena masih belum banyak
yang kami lakukan untuk perjuangan ini

Jumat, 13 Februari 2009

Tinggal kepingan

Tunggu sejenak..usah terburu mengejarku..

bukankah telah ku berikan seprauh jiwaku untukmu?

Apakah itu tak cukup tuk membuatmu yakin?

Separuhnya lagi pasti ku berikan saat ku pulang..

aku hanya minta satu hal sederhana darimu..

tolong jaga sekeping cintaku dengan baik..

serpihan rasa yang telah hancur karenamu..

meski ia tak utuh..meski ia tak sempurna..

keyakinan yang ku berikan padamu adalah harapan yang besar dariku..

jaga baik-baik kepingan itu..

usah kau berlari..usah pula kau mencari..

yakinlah..disini akupun menjaga kepingan itu..

aku masih menyimpan sisa cinta yang dulu hancur karenamu..

aku hanya minta waktu dalam kesendirianku..

aku tahu kau masih mencintaiku..kau sangat mencintaiku..

dan mungkin aku pun seperti itu..

tapi biarkan aku nikmati kesendirianku dulu..

dengan kepingan yang tersisa dari kisah kita..

dari masa laluku..

nb. Berikan waktu tuk menata hati..

cinta tak kan pernah lari..

Jogja

Ingatkah kau..
Disana, dibatas jogja..
Tiap jengkal langkah yang kita tempuh
tiap sudut kota yang kita singgah
tersirat senyum dan tawa, bahagia..

Masihkah jelas di bayangmu
Tentang kita di benteng kota yang rapuh itu?
Mata tertutup dan langkah kita tak tentu arah?

Ataukah kau ingat
Betapa hitamnya langit jogja
Saat kau berdebat dengan perwira polisi?
Yang memaksa kita akui kesalahan semu?

Dan langkah yang gontai
susuri sisi pasar tuk sebuah skripsi tua?
Di sana..di ujung jogja..

jika kau ingat itu..
ingatlah..cinta kita begitu indah..
cinta kita menuntun tiap pijak langkah..
cinta kita kan membawa kita
kemanapun..di dunia ini..

meski sebatas kenangan..

Senin, 19 Januari 2009

Kau telah merapuhkan ku

Kau Telah Merapuhkan ku

Aku berjalan di tapak keraguan..
Ilalang dan angin lembah tak mengusik naluriku..
Tatapku kosong..langkahku gontai terbenam lumpur pekat..
Ladang ini terasa begitu lapang..tak berbatas..
Entah dimana langkah ini kan terhenti..
Dulu..aku begitu kuat..bahkan tuk seberangi lautan..
Aku begitu hebat..bahkan tuk jinakkan singa yang lapar..
Tapi kini..cinta membutakan naluriku..membunuh keberanianku..
Aku begitu takut..begitu rapuh..begitu bisu..
Aku takluk karenamu..wanitaku..
Aku tak mampu busungkan egoisku..
Aku seperti anak yang tak berinduk..
sehebat inikah perasaan itu..
Inikah rasa yang membunuh para panglima perang..
Inikah nuansa yang meruntuhkan para penguasa negeri..
Inikah anggur yang memabukkan para penyair..
Sesuatu yang tak pernah ku hiraukan..yang aku tepikan..
Kini menawanku..merantai erat tiap persendianku..
Musim terasa tak terganti..daun tak berguguran..bunga tak terkembang..
Aku begitu kosong..langkah ini tak menentu..
Lidahku kaku..mulutku terkunci rapat..detak jantungku tak berirama..
Hanya tuk sebuah kata..
Hanya tuk sebuah rasa..
Aku menjadi hina..
Aku menjadi nestapa..
Aku hancur..

Dia kunjungi hatiku

Dia Kunjungi Hatiku


Petang di ujung jalan keheningan..

Aku berdiri..sepi..sesekali tersapu sayup angin..

Di ujung jalan ini..di tapal batas kesabaranku..

Demi satu janji..sebelum kau pergi dariku..

Hangat genggammu masih tergurat ditelapakku..di setiaku..

Dan bulan menemuiku..menyampaikan salam getirku..

Bila esok kau tak datang lagi..bila esok masih seperti hari ini..

Temui aku kelak di penghujung makamku..

Sadarkah cinta yang kau berikan kepadaku?

Sadarkah arti dirimu yang kau larutkan ke jiwaku?

Biarkan aku gila karenamu..biarkan aku mati karenamu..

Bahkan aku tak menyesal harus bertemu denganmu..dan tersiksa karenamu..

Setidaknya aku tahu siapa aku..siapa cintaku..siapa takdirku..

Senja kan datang..

Dan aku tak mampu lagi bertahan..

Jika kelak kau temukan makamku disini..aku titipkan mimpiku kepada malaikat..

Tentang apa yang terpendam..dan belum tersampaikan..

Cintaku..

Bukanlah dosamu aku harus mencintai..

Bukanlah salahmu aku harus mengakhiri..

Tapi semua karena jalanNya..takdirNya..

Aku bahagia dalam deritaku..

Aku tersenyum dalam tiap tangisku,,

Mengenangmu adalah bahagiaku..

Selamat tinggal..moga surga menjemputku dengan senyuman..